Aplikasi yukBlajar Buat Siswa Makin Semangat Belajar

yuk belajar

Kemajuan teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk mempermudah cara belajar. Itulah yang dilakukan SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya. Bermodal aplikasi, sekolah tersebut berhasil membuat siswa bersemangat memperdalam ilmu.

RUANG laboratorium komputer SMP Islam Al Azhar 13 sangat ramai. Puluhan siswa kelas IX B antusias belajar agama islam. Menghadap komputer, mereka asyik mengerjakan kuis yang diberikan Abdul Malik, guru pendidikan agama Islam.

Setiap siswa mengerjakan dengan cepat. Maklum, waktu mereka untuk menjawab soal dalam kuis itu dibatasi. Meski demikian, siswa tak terlihat terbebani. Mereka malah saling menyemangati kelompok masing-masing agar memilih jawaban yang tepat.

”Kalau ada yang salah dalam kelompok, poin otomatis berkurang menjadi nol lagi. Karena itu, mereka saling menyemangati dan bekerja sama agar poin tak turun,” tutur Abdul sambil menunjuk layar monitor yang berisi pergerakan nilai masing-masing kelompok.

Antusiasme siswa dalam belajar tersebut terjadi lantaran sejak Oktober, sekolah tersebut memakai model sistem pembelajaran baru. Yakni, metode belajar dengan memasukkan semua mapel (mata pelajaran) dalam aplikasi yukBlajar. ”Siswa jadi seneng, bisa belajar sambil bermain gadget,” tutur alumnus Universitas Darussalam Gontor tersebut.

Kepala SMP Islam Al Azhar 13 Hendro Yulius Suryo Putro menyatakan, aplikasi yukBlajar dikenalkan agar beban guru dalam menyiapkan materi lebih mudah. Pengajar tinggal meng-upload materi yang diperlukan ke yukBlajar. Setelah itu, guru bisa menjelaskan kepada para siswa di kelas tanpa repot membawa banyak berkas ke sekolah.

Guru bisa membuat pembelajaran yang menarik dengan berbagai fitur yang disediakan. Misalnya, video pembelajaran atau membuat game agar siswa semakin semangat menimba ilmu. Dengan fitur itu, guru bisa mengekplorasi pengetahuan lebih luas dan komprehensif.

Para guru juga dilatih bersikap profesional melalui aplikasi itu. Salah satunya tidak melakukan plagiarisme karya. Sebab, selama ini untuk menunjang pembelajaran, guru sering menyalin karya orang lain di internet. Tanpa disebutkan sumber di mana guru mendapatkan video, gambar, dan materi yang diajarkan kepada siswa.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *