Ragam Sepak Bola: Ancelotti Akui MLS Lukai Motivasi Klub Untuk Sukses

Ragam Sepak Bola: Manajer Bayern Munich Carlo Ancelotti menyatakan bahwa tidak adanya sistem degradasi-promosi yang diterapkan Liga Sepak Bola Amerika Serikat atau MLS telah melukai motivasi tim-tim di sana untuk meraih sukses.

Carlo Ancelotti merupakan tokoh dalam dunia sepak bola yang menghabiskan seluruh kariernya di Eropa dengan menangani sejumlah klub papan atas. Akan tetapi, pada tahun 2014 lalu, ia menikah di Vancouver dan sempat mengunjungi Whitecaps untuk merasakan pengalaman MLS.

Dan dalam sebuah interview yang dengan wartawan ESPN FC Gab Marcotti, Ancelotti menyatakan bahwa ia telah menerima ada perbedaan antara liga Amerika Utara dengan Eropa, tetapi ia mempertanyakan dampak dari sistem ketika posisi tim-tim papan atas telah dijamin.

“Saya pikir fakta bahwa tidak ada degradasi itu menyakitkan, karena itu bisa menurunkan motivasi. Hal itu tak bisa dihindari,” ungkap Ancelotti.

MLS memang telah lama menolak menerapkan sistem promosi dan degradasi yang pada umumnya digunakan oleh liga-liga papan atas di dunia. Bulan Desember lalu, komisioner Don Garber menyatakan bahwa liga telah menemukan suksesnya tersendiri dengan mengikuti contoh liga-liga olahraga di Amerika Serikat yang juga mengimplementasikan sistem tertutup. Dan Ancelotti mengakui perbedaan tersebut.

“Saya menghabiskan banyak waktu di Kanada tahun lalu dan menyaksikan banyak pertandingan MLS,” tambahnya. “Itu berbeda, caranya berbeda, semua strukturnya disesuaikan untuk tontonan, untuk keseimbangan, ketimbang kompetisi kompetitif pada umumnya.”

Bos Bayern ini juga menyarankan pemain-pemain papan atas untuk tidak meninggalkan Eropa saat masih dalam kondisi memungkinkan untuk berkompetisi di level tertinggi, seperti yang pernah dilakukan rekan senegaranya Sebastian Giovinco yang hijrah ke Toronto FC pada 2015 lalu saat usianya masih 27 tahun.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *